Pagi itu, seorang pemuda pemilik tanah adat, Dominikus Tekege pergi menemui para pekerja PT moderen yang melakukan galian bahan material. Ia hendak mengiangatkan bahwa Perusahan suda melewati batas ijin galian material yang boleh di ambil perusahan.
![]() |
sesaat setelah dari rimah sakit |
Namun, perusahan melangar kesepakatan dan terus melakukan galian. Akibatnya batas galian itu menimbulkan kerawanan longsor yang bisa terjadi suatu waktu dan akibatnya bisa menimbun kebun milik masyarakat.
Namun naas. Belum juga menemui pihak perusahaan, pemuda suku mee, berusia dua puluh tahun itu langsung dibrondongi timah panas yang dimuntakan senapan dua orang brimob yang dipake pihak perusahan untuk menjadi sekuriti dilokasi pengalian.
Akibatnya, peluruh menembus betis Dominikus. Melihat Dominikus yang terjatu berdarah, parah pekerja dan pelaku penembakan langsung melarikanya ke RSUD Uwibutu, Madi Paniai. Libih parah lagi, di rumah sakit, Dominikus di Jaga dengan pengawalan ketat bak seorang teroris sampai-sampai pihak keluarga tidak diperkenankan untuk membesuk.
Ketentuan Berkomentar:
1. Harus Mengunakan Akun Google
2. Tidak Boleh membuat komentar Spam
3. Anda Sopan, Kami Segan
4. Terimakasi-Terimakasi-Terimakasi
Begitu Sudah!
EmoticonEmoticon